
Pengalaman aqiqah di mulai pada Hari itu, hari yang mulia untuk umat muslim, orang-orang menyebutnya dengan hari jum’at. Walaupun masing-masing minggu kami bertemu dengan hari ini, tetapi jum’at kali ini sangatlah berbeda.
Kami menikmati kebahagiaan sebab pada hari ini dua orang dari rekan kami di Bait Al-Hasan diaqiqah yakni M Ansori dan Girojoyo Simanjuntak.
Acara aqiqah ini dimulai dengan tausiyah yang dikatakan oleh Bunda Endah Mawarni. Tausiyah ini membicarakan tentang apa yang dimaksud aqiqah ? bagaimana hukumnya ? apa hikmah disunnahkannya aqiqah itu ?
Tausiyahpun selesai, kesudahannya do’a dan muhasabah juga langsung dipimpin oleh Girojoyo Simanjuntak, di antara dari yang diaqiqah.
Dengan lantunan suara yang menginginkan rahmat dari yang maha pemberi rahmat, mengusung kedua telapak tangannya dengan bercita-cita semoga apa yang dimohon dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan hati yang tulus dan ikhlas dalam memuja dan memuji sang rabbul alamin.
Pengalaman aqiqah yang tak terlupakan
Setelah acara tausiyah selesai, dilanjutkan dengan membalut makanan yang akan diberikan ke tetangga dan orang-orang yang berhak menerimanya.
Tugas-tugaspun langsung dibagi, terdapat yang mencukur lontong, terdapat yang membalut daging, sate, dan acar, dan ada pun yang merangkai kotak-kotak yang telah diisi. Kerja team pun berlangsung lancar, seluruh bekerja cocok dengan posisi masing-masing.
Setelah hingga seratus kota yang terisi, langsung diberikan kepada tetangga asrama, baik depan maupun belakang, samping kiri maupun samping kanan. Ketika menyalurkan kotak dari lokasi tinggal ke lokasi tinggal (door to door), terkadang empunya rumah langsung keluar, namun ada pun pemilik lokasi tinggal yang tidak keluar-keluar entah kenapa kami enggak tahu.
Ada yang bermuka manis saat mereka menyaksikan kedatangan kami, tetapi ada pun yang bermuka masam, bahkan mengusung tangannya, sambal menuliskan “maaf mas”, sebab mereka mengira kami ialah pengemis yang mintak donasi kepadanya.
Namun sesudah mereka menyaksikan kotak, mukanya berubah dari bermuka masam menjadi bermuka manis, lantas ketika diserahkan kotak.
langsung mengambilnya tanpa tanpa terdapat perasaan bersalah, dan menuliskan terima kasi.
Tentulah ia bakal sadar bahwa apa yang ia lakukan tersebut kurang baik. Akan namun bila ia mengoleksi harta, bekerja keras, dan berusaha, lantas dimanfaatkan cocok dengan peraturan yang telah diputuskan Allah dan Rasulnya niscaya ia bakal mendapatkan kebarokahan di dalamnya, dan dilapangkan reaekinya.
Limapuluh kotakpun berakhir dibagi, sekarang saatnya fokus membungkus kotak sampai ± 350 kotak. Kerjasama masih tetap berlangsung lancer, semuanya bekerja cocok dengan posisinya masing-masing. Kotak demi kotak dibalut dengan rapi, seluruh isinya diatur dengan rapi.
350 kotak pun berlalu dibingkus, sekarang tibalah saatnya guna mencuci semua perlengkapan yang sudah dipakai. Ada yang mencuci alat-alat masak, dan sebagin pun membersihkan dapur dan sekitarnya. Setelah seluruh peralatan, dapur dan sekitarnya bersih. Semua kotak dimasukkan ke dalam mobil. Akhirnya tibalah waktunya guna berangkat ke Parung.
Setelah hingga ke parung, kami menantikan shalat jum’at berlalu untuk menyalurkan kotak untuk semua penduduk RT. 1, RT. 2, dan RT. 3. Seterategi pembagian kotakpun mulai dirancang, dan kiat pembagian kotakpun mulai diatur. Ada yang ditugaskan untuk membawa kotak, da nada pun yang bertugas guna membagi kotak.
Kemudian pembagian kotak dilanjutkan ke RT. 3, sebelah kiri dari saung “IKHFANA”. Pembagiannya juga secara door to door (rumah ke rumah). Suasana terasa gembira, sebab selalu disambut dengan senyu, tegur dan sapa. Ketika diserahkan kotak mereka menuliskan “terimakasi banyak”. Sehingga walaupun kami turun naik jurang, terbit masuk kebun tak terasa. Akhirnya, selesailah pembagian kotak di RT. 3 ini.
Kini saatnya kami beralih ke RT. 2, RT yang di ketuai oleh Bapak Himawan. Pembagian dilaksanakan seperti di RT 3 itu. Namun suatu empiris yang unik di sini ialah ketika salah seorang dari kami, yaitu Bunda Endah, hendak memberikan suatu kotak ke lokasi tinggal sorang warga. Dengan biasa ia mengetok pintu tiga kali lalu menyampaikan salam
Warga menjawab: maaf bu orangnya pergi ke Gereja.
Astagfirullah, ternyata di dusun sepi laksana itu, di depan masjid masih terdapat yang non muslim.
Kemudian setelah berlalu kami lanjut ke RT 1. Rumah antar penduduk saling berdampingan namun yang menciptakan pembagian kotak ini menjadi lama sebab hujan. Akhirnya kami menunggu sampai hujanreda. sesudah hujan reda kami menyalurkan kotak untuk semua penduduk RT 1 hingga selesai. baca juga: aqiqah terbaik jogja